Posts

LPPF Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Mencapai Rp1,41 triliun

LPPF Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Mencapai Rp1,41 triliun SAHAM.NEWS, JAKARTA – Jajaran direksi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akhirnya sepakat untuk menunaikan dividen kepada para pemegang saham dengan payout ratio mencapai 70%.  Presentase ini equivalent dengan nilai sebesar Rp1,41 triliun. Adapun yield dividen sesuai dengan pergerakan saham LPPF hari ini adalah sebesar 3,5%. Kesepakatan ini diumumkan secara langsung oleh Richard Gibson selaku CEO Matahari Departement Store. Gibson mengatakan bahwa pembayaran dividen ini merupakan komitmen yang harus terus dipenuhi perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Menilik kinjerja keuangan tahun lalu, LPPF berhasil membukukan kenaikan  same store sales growth  sebesar 5,5%.  Adapun penjualan kotor perusahaan terpantau naik 8,3% menjadi Rp17,3 triliun. Kenaikan ini juga dibuntuti dengan kenaikan laba bersih sebesar 13,4% menjadi Rp2,02 triliun. Saat ini, LPPF memiliki to...

Kinerja Perusahaan Anjlok, MPPA Putuskan Tidak Setor Dividen

Kinerja Perusahaan Anjlok, MPPA Putuskan Tidak Setor Dividen SAHAM.NEWS, TANGERANG – Tahun ini, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membawa kabar tidak menyejukan bagi para pemegang saham. Pasalnya, penurunan laba bersih yang cukup dalam tahun lalu berdampak pada tidak mungkinnya perusahaan untuk membagikan dividen seperti biasanya. Memang harus diakui, kinerja MPPA tidak cukup memuaskan karena harus mengalami penurunan laba bersih yang drastis hingga 82% dari Rp221,74 miliar menjadi Rp38,48 miliar. Keputusan direksi ini disampaikan perusahaan jelang Rapat Uum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada hari ini. Menurut perusahaan, penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh kondisi makro ekonomi sepanjang tahun 2016 sehingga membuat kondisi perusahaan tertekan dalam hal penjualan. Dengan diambilnya keputusan peniadaan dividen untuk tahun buku 2016, perusahaan akan mengalihkan laba bersih tersebut sepenuhnya untuk menjadi dana cadangan dan laba ditahan atau  retain...

Siap Ekspansi Tahunan, MPPA Sediakan Capex Rp400-Rp600 miliar

Siap Ekspansi Tahunan, MPPA Sediakan Capex Rp400-Rp600 miliar SAHAM.NEWS, JAKARTA  – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) tengah mempersiapkan ekspansi tahunan dengan target pengoperasian 52 gerai baru sepanjang tahun ini. Demi mewujudkan aksi ini, perusahaan telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure dengan rentang kisaran antara Rp400 miliar – Rp600 miliar. Penggunaan lebih lanjut untuk belanja modal ini tergantung situasi dan kondisi kebutuhan kedepannya. Sumber pendanaan belanja modal tersebut berasal dari pendanaan internal yaitu kas perusahaan. Kas perusahaan juga didapatkan bukan dari pendanaan eksternal, melakinkan cash flow dari bisnis MPPA sendiri. Untuk saat ini, perusahaan belum memikirkan akan menggunakan pendanaan internal. Namun, jika nantinya pendanaan eksternal dibutuhkan, perusahaan tidak akan mencari pinjaman baru melainkan akan menggunakan fasilitias pinjaman yang telah ada. Belum ada kepastian lebih lanjut terhadap rencana penarikan...

MPPA Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Minimal 5% Untuk Tahun 2017

MPPA Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Minimal 5% Untuk Tahun 2017 SAHAM.NEWS, JAKARTA –  PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sedang sibuk menggenjot sejumlah ekspansi tahunan pada tahun ini. Tercatat, ada 52 gerai baru yang direncanakan perusahaan untuk dapat beroperasi minimal pada akhir tahun nanti. Danny Konjongian, Director of Public Relations and Communications MPPA mengatakan lebih lanjut bahwa ekspansi tahunan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan kinerja keuangan perusahaan lebih tinggi dari tahun 2016 yang lalu. Adapun target pertumbuhan pendapatan tersebut dibidik sebesar 5%-10%. Menilik kinerja keuangan perusahaan pada tahun lalu, MPPA membukukan pendapatan sebesar Rp 13,5 triliun. Dengan presentase tersebut, dapat disimpulkan bahwa perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar Rp14,17 triliun – Rp 14,85 triliun. Danny juga menjelaskan bahwa target tersebut bisa tercapai jika semua pembangunan gerai berjalan on time dan tidak menemui kendala-kendala yang dapat m...

LPPF Resmikan Gerai Terbaru di Suncity Mall Madiun

LPPF Resmikan Gerai Terbaru di Suncity Mall Madiun SAHAM.NEWS, JAKARTA – Jelang pertengahan tahun ini, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kembali membuka gerai terbarunya sebagai wujud dari tekad perusahaan untuk terus mengebrek ekspansi. Kali ini, perusahaan merealisasikan pembukaan gerai di Suncity Mall Madiun, Jawa Timur. Gerai dengan luas sebesar ini 6.200 m2 telah resmi beroperasi sejak Kamis (4/5). Dengan tambahan satu gerai terbaru di Madiun, genaplah sudah gerai LPPF diseluruh penjuru negeri hingga mencapai 153 gerai. Miranti Hadisusilo yang menjabat sebagai Secretary and Legal Director LPPF menjelaskan bahwa LPPF menghandirkan konsep terbaru untuk gerai tersebut dengan penataan ruang yang lebih luas daripada biasanya. Selain itu, dari segi penerangan, perusahaan juga beralih menggunakan 100% LED yang mendukung  go green  atau ramah lingkungan. Untuk pembukaan gerai seterusnya, konsep baru ini akan juga diterapkan. Selama masa  grand opening , ge...

ERAA Sepakat Bagikan Dividen Rp20 per Saham

ERAA Sepakat Bagikan Dividen Rp20 per Saham SAHAM.NEWS, JAKARTA –  PT Erajaya Swasemba Tbk (ERAA) sepakat untuk menyetorkan 21,9% laba bersih pada tahun buku 2016 untuk para pemegang saham. Keputusan ini dinyatakan langsung oleh Wakil Direktur Utama ERAA, Hasan Aula (20/6). t Presentase tersebut didapatkan perusahaan setelah memilah laba bersih tahun lalu dengan alokasi selain dividen sebesar Rp1 miliar sebagai dana cadangan dan sisa Rp177,75 sebagai laba yang disetor. Total nominal untuk dividen sendiri adalah sebesar Rp58 miliar. Dengan nominal tersebut, para pemegang saham akan mendapatkan sebesar Rp20 per lembarnya. akan mengalokasikan sebagian laba bersih tahun 2016 untuk para pemegang saham. ERAA akan membagikan dividen Rp 20 per saham untuk buku tahun lalu. Menilik laporan keuangan perusahaan pada tahun buku 2016, ERAA berhasil mencatatkan pertumbuhan tipis  sales  sebesar 2,7% secara  year on year  dibandingkan periode yang sama pada tahun...

Restrukturasi Hutang dari 2016, Liabilitas BNBR Turun Dari Rp 13,4 triliun Menjadi Rp 12,6 triliun

Restrukturasi Hutang dari 2016, Liabilitas BNBR Turun Dari Rp 13,4 triliun Menjadi Rp 12,6 triliun SAHAM.NEWS, JAKARTA – 31 Maret yang lalu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melaksanakan penerbitan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau  private placement  dengan melepas 16,45 miliar lembar saham tambahan senilai Rp822,9 milar. Adapun tujuan perusahaan untuk melakukan aksi korporasi ini adalah untuk kepentingan restrukturisasi utang. Saham hasil konversi utang inipun telahdialihkan ke lima pihak kreditur yang berbeda yaitu PT Solusi Sarana Sejahtera yang ditunjuk oleh Daley Capital, Interventures Capital Pte Ltd, PT Maybank Kim Eng Securities, Harus Capital Ltd, dan Smart Treasures. Seperti yang diketahui, restukturasi utang perusahaan yang berafilasi dengan Bakrie Group ini telah mulai dilaksanakan perusahaan sejak tahun 2016. Pada tahun lalu, perusahaan mengalihkan 3,3miliar lembar saham atau  equivalent...